Situs HJMI
Peran Masjid Kampus dalam Proses Pembentukan Kepemimpinan Bangsa
Makalah ini ditulis oleh Ahmad Syafii Maarif dan disampaikan pada Kongres Nasional Masjid Kampus Indonesia
Pendahuluan
Sejak era Pergerakan Nasional sampai dengan era sekitar 60 tahun pasca-Proklamasi, kita telah mengenal corak kepemimpinan nasional yang berasal dari kampus non-masjid dan kepemimpinan nasional dari kampus plus masjid, khususnya sejak tiga dasawarsa terakhir. Dari rahim kampus non-masjid telah muncul tokoh-tokoh seperti Dr. Soetomo, Dr. Wahidin, Dr. Tjipto Mangunkusomo, Ki Hadjar Dewantara, H.O.S. Tjokroaminoto, Agus Salim, Semaun, Tan Malaka, Alimin, Dr. Soekiman Wirjosendjojo, Soekarno, Hatta, Sjahrir, Amir Sjarifuddin, Assaat, Natsir, Ali Sastroamijoyo, Prawoto Mangkusasmito, Kasman Singodimedjo, Mohamad Roem, Wilopo, Sjafruddin Prawiranegara, dan generasi berikutnya yang bergerak dalam berbagai partai dan organisasi kemasyarakatan. Tokoh-tokoh ini bila dilihat dalam kategorisasi santri dan non-santri, maka Tjokroaminoto, Salim, Hatta, Natsir, Prawoto, Kasman, Roem, Sjafruddin tergolong kaum santri. Tokoh-tokoh santri lain ada pula yang datang dari kubu non-kampus, seperti K.H.A. Dahlan, Ahmad Syurkati, K.H. Hasjim Asy’ari, A. Hassan, Wahid Hasjim, Isa Anshary. Perhatian kita pada sesi ini tertuju kepada kepemimpinan nasional yang berangkat dari lingkungan masjid-masjid kampus.
Kepemimpinan Nasional, Masjid kampus, dan Haji
Adalah sesuatu yang menggembirakan bahwa sejak akhir 1960-an dan permulaan 1970-an, berkat masjid, suasana keagamaan di kampus-kampus Perguruan Tinggi di Indonesia dari waktu ke waktu semakin marak dan dirasakan getarannya. Pada tahun-tahun terakhir ini terjadi pula proses jilbabisasi justru di lingkungan kampus yang sering disebut “sekuler”, dalam format yang alamiah sampai ke format ekstrem berupa cadar yang serba gelap. Pertanyaannya adalah: apakah peran masjid kampus sudah cukup optimal dalam membidani lahirnya kepemimpinan bangsa yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Diperlukan ujian empirik untuk menjawabnya bila dikaitkan dengan sosok-sosok pemimpin yang memang lahir dari rahim masjid-masjid kampus dalam berbagai bidang kehidupan.
UKMI Ad-Dakwah USU
UKMI Ad-Dakwah USU merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Universitas Sumatera Utara yang berstatus intra universitas dan bertujuan sebagai wadah pembinaan bagi mahasiswa muslim Universitas Sumatera Utara yang ingin berdakwh demi kebangkitan dan kemajuan Islam.
UKMI Ad-Dakwah USU didirikan di kampus USU Medan, pada tanggal 16 Desember 2005 dan berkedudukan di Masjid Dakwah Kampus USU, dengan visi : "Terbentuknya mahasiswa muslim intelektual bernafaskan Islam yangmerupakan mujahid dakwah untuk mewujudkan masyarakat kampus yang islami."
Untuk mewujudkan cisi tersebut, maka UKMI Ad-Dakwah berusaha untuk menjalankan misi : "Menjalin ukhuwah, menyebarluaskan dakwah Islam ke seluruh civitas akademika USU pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dengan mengintegrasikan zikir, fikir dan amal soleh."
Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 09 Februari 2010 14:57 )
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL













