Home
Statistik Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini8
mod_vvisit_counterKemarin14
mod_vvisit_counterMinggu ini22
mod_vvisit_counterMinggu lalu146
mod_vvisit_counterBulan ini116
mod_vvisit_counterBulan lalu729
mod_vvisit_counterSeluruhnya5583

We have: 2 guests online
IP anda: 38.107.191.98
 , 
Hari ini : 06 Sep, 2010
Kalender 2010
September 2010
MSSRKJS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930 
Hari ini dalam Hijriah
27 Ramadhan 1431 Hijriah
Negara Pengunjung

free counters

Kota Asal Pengunjung

Situs HJMI

KISAH HAJI MUHAMMAD ARBIE; BERMULA KITAB AL QURAN, MERAIH KESUKSESAN



“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.” Begitulah pepatah orang Minang yang dikenal sebagai perantau ulet yang berhasil.


Sifat merantau dengan jiwa dagang dan motivasi usaha kerja keras, menjadi bagian ciri khas dalam apresiasinya mempertahankan hidup dan beradaptasi di perantauan. Pepatah ini juga yang dipegang teguh hingga akhir hayatnya, almarhum Haji Muhammad Arbie.

Terlahir dari keluarga sederhana, pasangan almarhum L. Sidimarah dan Hj. Rafiah, tanggal 3 Agustus 1920, di Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Luas, Aceh, membuat Haji Muhammad Arbie cukup sarat dengan tantangan kehidupan pahit. Pengalaman inilah membuat motivasi dan keyakinan merubah hidup membuahkan hasil yang sungguh menakjubkan. Kerajaan bisnisnya maju dan bertumbuh pesat.

Di kota kecil ini, Arbie menjalani masa kecilnya dengan kehidupan ekonomi yang kurang mapan bersama saudara perempuannya ( Arbie merupakan satu-satunya lelaki dari lima bersaudara), membantu orangtuanya berdagang kain dan kelontong. Kehidupan yang serba pas-pasan membuat kakek (paman ibundanya) yang bekerja sebagai pegawai kantor telepon Hindia Belanda di Sigli menariknya dan menyekolahkannya di Holland Indlans School (HIS), sembari bersekolah di sekolah agama Diniyah selama 3 tahun.

Tahun 1941, ia menyunting gadis pujaannya, Hj. Syamsinar Ibrahim asal Kuala Simpang, yang memberinya 10 orang anak. Babak baru dimulai dengan membuka usaha pakaian jadi dan kain dari uang hasil tabungannya di Blang Kejeren. Usahanya dikembangkan dan berdagang keluar kota, hingga sampai ke Medan, Tebing Tinggi dan Pematang Siantar. Sambil berdagang, untuk menambah wawasan ia tetap menyempatkan diri membeli buku tentang agama dan dagang (bisnis). Kegemaran membaca buku tak ayal membuat wawasan dan pola pikirnya berkembang apik. "Buku adalah kunci ilmu dan saya terapkan ke dalam usaha dan ternyata berhasil,"ungkapnya dalam bukunya, "Bersyukur Kunci Kesuksesan", 81 Tahun Perjalanan Sosok H. Muhammad Arbie.

Penjajahan Jepang menyirnakan asa dan kehancuran rintisan usahanya, dan terpaksa mengungsi ke tanah leluhurnya di Bayur, Sumatera Barat. Ketika Jepang hengkang, tentara NICA Belanda kembali masuk membonceng tentara Sekutu, Arbie sempat menjadi komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) melawan penjajah.

Pascaperang, tahun 1947, Arbie dan keluarga hijrah ke Tebing Tinggi, ia menumpang di tempat saudara dan berdagang sepatu. Kemudian Arbie dipercaya memasok logistik kelengkapan perang pejuang dan sering mondarmandir Medan-Tebing mencari bahan untuk sepatu laskar.

Usai penjajahan hengkang, ia menapak kehidupan dan melirik usaha penerbitan buku, dan sempat menjadi ketua IKAPI Sumatera Utara (1955-1970). Buku karangan Buya Hamka merupakan terbitan pertamanya dan menjadi cikal berdirinya Penerbit Firma Madjoe (Agustus 1949) di Medan.

Bermula dari kitab suci Al Quran, menjadikan berkah perubahan ekonomi bagi Arbie, menjadi mapan dan melonjak drastis. Pasalnya, tahun 1952 di Medan, ketika langka dan sulit mendapatkan kitab suci dan harganya pun mencapai Rp.45 per eksp. Intuisi dan insting bisnisnya jalan, atas saran toko buku Ahmad Dahlan dan kredit modal dari BNI 1946, ia berangkat ke Singapura membeli Al Quran yang harganya hanya $ 3 (dolar Singapura, kurs saat itu $1 pernah sama dengan Rp1) dengan jumlah lumayan. Ia menjual di Medan seharga $ 20 Singapura dan mendapat keuntungan hampir 4 kali lipat dan dalam 1 bulan langsung melunasi kredit banknya.

Cahaya telah menerangi jalan kehidupannya, ia membeli mesin cetak letter press dari hasil keuntungan tadi. Juga dengan kredit BNI 1946, membangun permanen toko buku kecil bernama Pustaka Madju di Jalan Sutomo, Medan, Akhirnya penerbitan Madju berkembang menjadi perusahaan penerbitan sekaligus percetakan buku-buku pelajaran yang sangat laris, selanjutnya PT. Madju Medan Cipta.

Sekitar tahun 1985 merupakan zaman keemasan dan buku terbitan Madju dipakai hampir di semua sekolah dasar yang ada di Indonesia. Jumlah buku yang dicetak lebih dari 7 juta eksemplar. Untuk membantu unit percetakan di Medan, sebuah percetakan baru dibangun di kawasan Pulogadung, Jakarta (PT. Gama Cipta). Percetakan ini terutama mencetak buku-buku pesanan pemerintah untuk program sekolah dasar Inpres di seluruh Indonesia.

Sangat fantastis tentunya, hingga kini tetap eksis dan mampu berkomitmen dengan mottonya "Setia Memajukan Pendidikan". Penerbit Madju yang didirikan oleh HM Arbie pada pertengahan tahun 1949 itu, saat ini masih setia menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah.

Kesuksesan Penerbitan Madju dari menerbitkan buku-buku pelajaran SD,SMP, bahkan mampu berekspansi ke unit usaha lainnya, seperti dua buah hotel (Hotel Garuda Plaza dan Hotel Garuda Citra), dan rumah sakit (RS Permata Bunda dan Klinik Bunda) yang cukup dikenal dan diminati di Kota Medan yang bernaung di dalam Grup Madju.

Terakhir, Arbie mendirikan Yayasan Pendidikan Pesantren Al-Mukhlisin di Tanjung Morawa, yang mengelola pendidikan tingkat TKA/TPA, MIS, SLTP dan SMU. Saat-saat hari tuanya, ia mengelola yayasannya hingga akhir hayatnya, sampai menghadap Sang Khalik.

Kini buah dari kerja kerasnya dalam bisnis, tetap eksis dan berkembang, yang dilanjutkan anak-anaknya dan sudah lama mengikuti naluri bisnis orang tuanya. "Saya dulu sering dibawa almarhum ayah ke toko, hingga bisa mengetahui pola bisnis dan terobosannya, akhirnya bisa membuat lebih maju"ungkap putra bungsunya, Hendra Arbie yang kini mengelola bisnis hotel dan percetakan.

Urusan bisnis kesehatan, rumah sakit Permata Bunda dan Klinik Bunda kini ditangani putra ketiganya, dr. Rosihan Arbie, dan bertumbuh pesat dengan fasilitas peralatan modern.

Ternyata, naluri bisnis H. Muhammad Arbie yang berlandaskan keyakinan dan motivasi yang kuat, bisa membaca peluang, membuat usahanya bertumbuh kembang dan menjadi warisan berharga anak-cucunya yang menjadi bagian perkembangan kota Medan. Bermula dari Al Quran dan menerangi cahaya permata sukses perjalanan hidupnya.
http://www.pinbis.com/news_detail.php?id_berita=377
 

Gubsu Ingatkan Penebang Liar Segera Insyaf

Gubsu mengingatkan para penebang liar dan para perusak alam secara umum agar segera insyaf karena indikasi kerusakan ekosistem saat ini sudah sangat mengkhawatirkan kelangsungan alam bagi kehidupan generasi umat manusia di masa mendatang.

"Pemerintah khususnya aparat penegak hukum dewasa ini sangat serius dan tidak akan memberi ampun terhadap para perusak alam khususnya penebang liar hutan. Oleh sebab itu, sebelum ditangkap hendaklah para perusak alam segera insyaf," tegas Gubsu dihadapan sekitar 1500 pramuka santri di Bumi Perkemahan Sibolangit Deliserdang, Selasa (23/2) sore.

Saat membuka Perkemahan Pramuka Santri Penggalang dan Penegak se-Sumut 2010, Gubsu mengajak para santri dan keluarga besar Pesantren secara umum ikut membantu pemerintah dengan bahas dan sikap santun secara religius memotivasi masyarakat untuk kembali mencintai alam demi kelangsungan ekosistem yang sangat diperlukan generasi penerus untuk diwariskan secara baik di masa mendatang.

"Sikap kita terhadap alam saat ini sangat mempengaruhi ekosistem ke depan. Kondisi alam sudah sangat mengkhawatirkan. Bayangkan, saat ini di kawasan pegunungan pun sudah terjadi banjir seperti di Bandung. Ini semua peringatan agar kita kembali menjaga dan melestarikan lingkungan hidup," tegasnya.

Penghargaan

Pada kesempatan ini Kapoldasu Irjen Pol Badrodin Haiti selaku Wakil Ketua Mabida Pramuka Sumut memperoleh Penghargaan Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang disematkan oleh Gubsu sedangkan Wagubsu H Gatot Pujo Nugroho ST yang juga Wakil Ketua Mabida Pramuka Sumut memperoleh Lencana Dharma Bhakti dari Kwartir Nasional Geraka Pramuka.

Hadir pada acara yang berlangsung cukup khitmad meski di tengah guyuan hujan lebat tersebut di antaranya Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, Pangkosekhanudnas, Kakwarda Gerakan Pramuka Sumut H Amansyah Nasution, Bupati Deliserdang H Amri Tambunan.

"Saya salut atas ketegaran dan optimis para pramuka santri mampu menggelorakan semangat cinta alam ini," tegas Gubsu pada acara yang juga hadir para pembina pramuka penggalang dan penegak se-Sumut, Kadis Kominfo Sumut H Eddy Syofian MAP dan sejumlah tokoh pemuda lainnya.

Tentang perkemahan ini, Gubsu mengajak segenap pramuka santri terus menggelorakan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka di mana kode kehormatan ini merupakan landasan kode etik dan moral yang harus diterapkan dalam nafas kehidupan gerenasi muda, kapan dan dimanapun ia berada, dengan tidak melihat tempat dan waktu.

"Artinya, sikap dan tingkah laku atau perbuatan segenap generasi muda khususnya pramuka akan tetap berpegang pada janji dan ketentuan moral tersebut yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian segenap anggota pramuka kiprahnya benar-benar menjadi panutan dan teladan di tengah-tengah masyarakat," kata Gubsu. (ir)

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Survey Hjmi
Info Hjmi anda peroleh melalui ?
 
Sekilas Info Nusantara
Berita Peristiwa Terkini dari ANTARA News
  • BMKG: Perairan Sulbar Aman Untuk Pemudik
    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gelombang laut di Perairan Sulbar aman bagi pelayaran khususnya bagi penumpang yang akan melakukan mudik lebaran 1431 hijriah dengan menggunakan jasa angkutan laut.
  • LMB Karimun Sesalkan Provokasi Menentang Malaysia
    Laskar Melayu Bersatu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyesalkan aksi provokasi menentang Malaysia yang dilakukan beberapa kelompok massa di tanah air terkait insiden Tanjung Berakit, Bintan 13 Agustus 2010.
  • Gubernur Imbau RSUD Prioritaskan Korban Lebaran
    Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengimbau para medis di rumah sakit umum, Pukesmas atau petugas pada sarana kesehatan lain, agar memprioritaskan penanganan korban Lebaran ketimbang kelengkapan administrasi.
  • Jadikan Ramadhan Daya Dorong Toleransi Bangun NTT Baru
    Bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah yang segera akan berakhir kiranya menjadi daya dorong bagi seluruh umat beragama di tanah air, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk semakin memupuk sikap toleransi antarumat beragama.